Setiap orang pasti memiliki masalah
dalam hidupnya, mulai dari masalah sepele sampai yang terberat. Entah itu
tentang keluarga, cinta, persahabatan, pendidikan, karir, dan banyak lagi
problema hidup yang selalu mengiringi perjalanan hidup setiap insan manusia. Namun,
yang membedakan antara orang satu dengan yang lainnya adalah cara mereka
menyikapi masalah yang sedang dihadapi. Hidup kan memang isinya Cuma nikmat dan
musibah, kalo gak seneng berarti ya susah, dan iman itu setengahnya sabar dan
setengahnya lagi syukur, yang bila keduanya bisa seimbang di dalam pribadi
setiap orang, mungkin masalah itu gak akan dirasa sebagai sebuah masalah, tapi
lebih sebagai bagian dari hidup ini yang harus dilewati. Karena dari setiap
masalah pasti ada sebuah pelajaran berharga yang membuat diri seseorang menjadi
lebih baik lagi atau semakin terpuruk. Semua kembali pada pilihan! Bagaimana
tiap individu ini menyeleseikan masalahnya masing-masing.
Dulu aku selalu merasa bahwa hidupkulah
yang paling menderita, hidupku yang paling menyebalkan, hidupku selalu
dirundung masalah dan kesedihan yang tanpa akhir, dan banyak lagi kalimat yang
mungkin bisa menggambarkan betapa tidak beruntungnya aku dalam hidup ini.
Berbagai masalah aku hadapi, dan aku merasa masalah itu tak henti-hentinya
menyapaku. Kadang aku putus asa, menangis, marah, bahkan menyerah pada keadaan,
dan pada akhirnya aku selalu menyesali hidup yang sudah aku jalani, menyesal
akan keputusan-keputusan yang sudah aku pilih.
Tapi itu tidak lama, karena aku adalah
perempuan yang selalu berusaha mencari tentang kebenaran dalam hidup ini,
minimal aku bisa menyelamatkan hidupku dari kegagalan, sebelum aku membantu
hidup orang lain.
Selidik punya selidik Ternyata caraku
salah. Dan kesalahan itu berawal dari bagaimana aku menyikapi masalah yang datang
padaku. Kenapa aku harus merasa terpuruk? Kenapa aku selalu menyesali hidupku?
Karena aku selalu menganggap semua yang menimpaku adalah musibah. Sehingga
masalah itu tak henti menyapaku. Karena aku tak pernah bersyukur terhadap apa
yang aku miliki saat ini. Andai aku membuka mata dan hatiku, bahwa bukan hanya
aku yang punya masalah. Setiap orang bernyawa pasti dihadapkan dengan berbagai
masalah yang berbeda-beda. Bahwa kadang aku jauh lebih beruntung dari sekian
banysk orang.
Mulai saat itu aku belajar untuk bisa
mengubah cara pandangku dalam menyikapi hidup ini. Dimulai dari bersyukur atas
hidup indah yang dianugerahkan Allah padaku, mensyukuri nikmat dan musibah yang
selalu menjajari langkah hidupku. Belajar untuk ikhlas terhadap apapun yang Aku
miliki saat ini. Seorang pernah berkata padaku, bahwa Allah memberikan masalah
kepada hambanya satu paket dengan penyeleseiannya, setiap ujian pasti memiliki
akhir. Tergantung caraku menghadapinya.
Sekarang aku berfikir, bahwa yang aku
alami saat ini untuk mengajariku lebih bijak lagi dalam hidup. Karena banyak
hikmah indah dibalik setiap persoalan-persoalan hidup ini. Aku membiasakan
diriku untuk tidak mengkhawatirkan sesuatu yang di luar jangkauanku, seburuk
apapapun masalah pasti bisa diseleseikan dengan cara yang terbaik. Aku juga
belajar untuk tidak membebani hatiku dengan masalah-masalah yang sedang
kuhadapi, karena jika hati selalu dibebani dengan segala kesungguhan, ia akan
menjadi buta. Dan aku tak mau itu terjadi padaku. Aku sedang belajar untuk
menjalani semua apa adanya, karena jika aku berlebihan menanggapinya, pada
akhirnya aku hanya menggunakan akal saja dalam menyeleseikan tiap masalah yang
kuhadapi, sedangkan kadang akal itu dipenuhi dengan keegoisan. Aku ingin lebih
bisa membuka hatiku, berfikir dengan hati! Karena hati adalah letak segala
ketulusan, dan kejujuran dari diriku.
Aku tidak mau menjadi orang lain, aku
hanya ingin jadi diriku sendiri, inilah hidupku, inilah jalan hidup yang aku
pilih. Semua pilihan pasti beresiko. Dan apapun resiko dari pilihanku saat ini
akan kuhadapi. Kuhadapi dengan bijak dan dengan senyuman, bukan dengan ego dan
air mata yang merugikan diriku sendiri. Dengan menjadi diriku sendiri aku tidak
akan menyesali hidup ini, tidak lagi merasa bahwa hidupku buruk. Aku lebih bisa
menghargai hidup dan apa yang aku punya saat ini. Hidupku Cuma sekali, aku Cuma
ingin bisa memaksimalkan peran yang kujalani saat ini dengan sepenuh hatiku.
Apapun masalahnya, semua adalah untuk membentuk diriku menjadi lebih baik lagi
dalam hidup. So, jalani dengan enjoy aja! Hidup sepenuhnya untuk hari ini
dengan melakukan yang terbaik yang bisa kulakukan, entah esok ada atau
tiada...................
SMANGAT KITA SAMA-SAMA OPTIMIS SOB........
BalasHapusiya donk, hidup cuma sekali kalo dibuat menyesal n putus asa aja.. apa kata dunia???? hehehehe....
BalasHapusehemmm.......
BalasHapusYa ALLAH.. omm Ardian Etep y iki... hihihihi,, malu aku.. but thanks udah mampir2 d corat coretku...
BalasHapus