" And then a hero comes along
With the strength to carry on
And you cast your fears aside
And you know you can survive
So when you feel like hope is gone
Look inside you and be strong
And then you'll finally see the truth
That a hero lies in you "
Sepenggal lirik lagu milik maria carey “hero” ini mengingatkanku ketika aku sedang berada pada saat-saat sulit dalam hidup. Suatu saat merasa gagal, merasa apa yang aku usahakan ini sia-sia, yahh dunia ini terus berputar. Ada kalanya aku berada di puncak kejayaan tapi terkadang aku tidak bisa menghindari keterpurukan hidup. Semua adalah bagian dari kehidupan ini yang akan terus menjajari langkah kaki ku.
Sekarang kita berbicara tentang pahlawan, hero dalam imajinasiku adalah sosok yang berbeda-beda. Ketika aku masih bayi mungkin yang lebih pantas jadi pahlawan adalah sosok seorang ibu, yang selalu berusaha melindungiku, dengan sabar mengajariku berbuat sesuatu dalam hidup ini, dan tak hentinya memberi kasih sayangnya padaku, dan mungkin sampai saat ini dia tetap jadi pahlawan dalam hidupku. Ketika aku masih kanak-kanak dulu, mungkin bagiku pahlawan adalah seorang yang gagah perkasa dengan kekuatan super dan senjata andalannya yang sering aku lihat di film kartun favoritku, seperti doraemon, ultraman, power rangers, satria baja hitam. Dan aku berfikir alangkah senangnya punya mereka, masalah seberat apapun pasti bisa terseleseikan dengan bantuan kekuatan dari mereka. Yahh semakin beranjak dewasa semakin aku sadar bahwa pahlawan-pahlawan di televisi itu tidaklah nyata, sampai aku tumbuh dewasa dan mengenal cinta. Sosok pahlawan sejati nampaknya adalah laki-laki yang aku cintai, yang selalu ada disampingku, melindungiku, menjagaku, mendukungku, memberikan segala yang terbaik untukku. Tapi itu tidak lama, sampai dia menyakitiku dan aku sadar dia bukan sepenuhnya pahlawanku, karna pahlawan bagiku adalah orang yang menguatkanku, bukan melemahkanku bagaimanapun keadaannya.
Aku selalu membutuhkan sosok seorang pahlawan dalam dhidupku, disetiap peran yang aku jalani, kadang aku merasa rapuh sehingga mungkin hadirnya seorang pahlawan akan mampu menguatkan aku dalam menghadapi berbagai problema hidup. Pencarian yang aku lakukan sejak aku kecil hingga saat ini tentang sosok pahlawan nampaknya belum membuahkan hasil, karena ketika aku sedang terpuruk, aku tetap merasa sendiri, mereka hanya bisa memberi hiburan pada hati ini, karna kadang rasa sakit yang terlalu dalam menghujam membuatku lemah tak berdaya pada keadaan. Lantas, pahlawan yang seperti apa yang bisa menolongku???? Aku terus berfikir dan mencari.
Ketika aku bersedih, siapa yang lebih tahu keadaanku? Jawabannya diriku sendiri, siapa yang mengetahui apa yang hatiku butuhkan untuk setiap masalah yang aku hadapi? Jawabannya diriku sendiri. Dari sini aku menyimpulkan, akulah yang lebih mengenali keadaanku sendiri, bukan orang lain. Kalau mungkin orang lain selalu memberikan nasehatnya untuk menolong aku, tetap kembali pada diriku sendiri, apakah akan memakai nasehat itu atau tidak. Kalau keputusan akhir kembali pada diriku sendiri. Jadi yang bisa menguatkan aku adalah diriku sendiri, yang bisa membuatku bangkit dari keterpurukan adalah diriku sendiri, yang aku butuhkan sesungguhnya adalah diriku sendiri sebelum orang lain sebagai pelengkapnya. Jadi ketika aku membutuhkan sosok seorang pahlawan yang selalu aku impi-impikan sejak kecil adalah diriku sendiri... yah jika aku mampu melihat ke dalam diriku sendiri, bahwa kekuatan terbesarku terletak di dalam diriku sendiri, bukan orang lain atau tokoh-tokoh pahlawan di kartun. Pahlawan itu adalah hatiku yang berusaha mengubah segala pemikiran yang negatif menjadi sesuatu yang membangkitkan diri ini untuk mau terus maju menuju ke arah hidup yang lebih baik lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar