Jumat, 27 Januari 2012

My lovely Mom...

“ Bila ku ingat masa kecil ku, ku slalu menyusahkan mu
Bila ku ingat masa kanak ku,ku slalu mengecewakan mu
Bila ku ingat masa kecil ku,ku slalu menyusahkan mu
Bila ku ingat masa kanak ku,ku slalu mengecawakan mu
Banyak sekali pengorbanan mu,yang kau berikan untuku
Tanpa letih dan tanpa pamrih.kau berikan semua itu.
Engkaulah yang ku kasihi.engkau lah yang ku rindu
Kuharap slalu doa mu dari dirimu ya ibu
Tanpa doa mu tak kan ku raih, segala cita yang ku inginkan
dari diriku ya ibu............ “



Ini adalah cuplikan dari klip lagu Bila ku ingat masa kecilku produksi Trustco multimedia Bandung :


Suatu ketika seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia
Menjelang diturunkan dia bertanya kepada Tuhan “para malaikat disini mengatakan bahwa esok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana saya hidup di sana? Saya begitu kecil dan lemah”, kata si bayi.
Tuhan menjawab “ aku telah memilih satu malaikat untukmu, dia akan menjaga dan mengasihimu”
“tapi di surga apa yang saya lakukan hanya bernyanyi dan tertawa, ini cukup bagi saya untuk bahagia”, demikian kata si bayi.
Tuhanpun menjawab : malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih bahagia”.
Si bayi pun bertanya kembali “dan apa yang dapat saya lakukan ketika saya ingin berbicara kepada Mu? ”
Sekali lagi Tuhan menjawab “malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdo’a”
Si bayi pun masih belum puas, ia pun bertanya kembali “saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?”
Dengan penuh kesabaran Tuhanpun menjawab “malaikatu akan melindungimu dengan taruhan jiwanya sekalipun”
Si bayipun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya “tapi saya akan bersedih karena tidak dapat melihat Engkau lagi”
Dan Tuhanpun menjawab “malaikatmu akan menceritakan padamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada Ku, walaupun sesungguhnya Aku selalu berada disisimu”
Saat itu surga begitu tenangnya, sehingga suara di bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya, “Tuhan jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahuku siapa nama maaikat di rumahku nanti? ”
Tuhanpun mejawab, kamu dapat memanggil malaikatmu...
IBU................................
Kenanglah ibu yang menyayangimu, untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi, ingatkah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu?.
Ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu? Dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika melihat engkau terbaring sakit
Sesekali jeenguklah ibumu,yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan
Kembalilah memohon maaf pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu
Jangan biarkan kau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan, dimasa datang ketika ibu telah tiada.
Tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita, tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia, yang ada hanya kamar yag kosong tiada penghuninya, yang ada hanyalah baju yang digantung di lemari kamarnya
Tak ada lagi dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata mendoakanmu di setiap hembusan nafasnya.
Kembalilah segera, peluklah ibu yang selalu menyayangimu... ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu, dan berikanlah yang terbaik diakhir hayatnya............
Kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya,
Ibu, maafkan aku sampai kapanpun jasamu tak akan terbalas...   



Hati mana yang tidak akan larut membaca beberapa kata di atas.. entah itu mereka yang ada di dekat atau pun jauh dari sang bunda. Aku percaya sebenci apapun seseorang pada ibunya, tapi di dalam hati kecilnya selalu merindukan kehadiran seorang ibu. Sosok ibu yang tidak akan pernah bisa lepas dari diri sang anak. Perempuan perkasa yang selalu melindungi kita, menjaga kita agar rasa nyaman dan aman selalu ada dalam diri kita.
Bagiku ibu adalah pahlawan hidupku, yang memperjuangkan aku bagaimanapun keadaannya. Yang rela lapar demi melihatku kenyang, rela kedinginan demi menjagaku tetap hangat, rela menderita untuk membuat hidupku lebih baik lagi dari dirinya. Dialah ibuku, yang tak henti-hentinya memperjuangkan masa depanku, bukan karena dia egois, hanya karena ingin melihatku tumbuh dengan keadaan yang baik tanpa derita seperti yang selalu ia rasakan. Dan mungkin jutaan kata tak akan bisa mewakili betapa sempurnanya ibuku, dan betapa beruntungnya diriku yang menjadi anaknya..


Apa yang aku lakukan hari ini adalah untuk ibu, masa depanku nantinya adalah juga untuk ibu, orang yang tidak akan berhenti mencintaiku bagaimanapun keadaanku, jadi aku harus bisa berlaku sama terhadapnya. Berjanji pada diriku sendiri untuk selalu membuatnya bahagia dan untuk selalu menjaganya di hari tuanya nanti.................
Ibu... aku sangat mencintaimu....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar