Minggu, 04 Maret 2012

Juliet Must be Strong


Belajar untuk tegar itu tidaklah semudah membalik telapak tangan, setidaknya itulah yang ada dalam pikiran Juliet saat ini...
Tahukah kau bahwa si Juliet telah menemukan kembali Romeonya??? Berarti kerinduan yang sudah lama terpendam akan sirna dalam hatinya, Tapi juliet tetap menangis dalam kesedihannya, kenapa????? karena sang Romeo yang hadir kembali dalam hidupnya bukanlah sang Romeo yang seperti dulu.. yahhh dulu sang romeo adalah laki-laki yang selalu menyeka air mata sang Juliet, menjaga agar senyum selalu mengembang di wajah cantik Juliet, dan terutama selalu memberikan cinta terbaiknya untuk sang Juliet tercinta.. lantas siapa Romeo yang saat ini hadir dalam hidupnya???
Romeo itu tetaplah orang yang sama, orang yang selama ini selalu dinantikan kedatangannya, orang yang tak pernah pergi dari fikiran sang juliet, namun yang membedakannya adalah karena Romeo datang dengan keadaan yang berbeda, tanpa cinta untuk Juliet dan tak ada kata sayang yang mampu menggetarkan hati Juliet.
Sang Juliet tersenyum senang, karena laki-laki yang selama ini dikhawatirkannya akhirnya hadir kembali dalam hidupnya, hadir dalam keadaan utuh tanpa satu lukapun dalam dirinya. Tak ada alasan lagi untuk khawatir dan bersedih, tapi hatinya tetap menangis menjerit karena mungkin harapan itu telah sirna, penantian cinta itu harusnya tidak pernah ada, karena mungkin sang Romeo sudah menemukan pengganti  Juliet di dalam hatinya. Lantas apa yang harus dilakukan sang Juliet????
Juliet hanya terdiam, matanya mulai sembab tak kuasa membendung air mata yang mulai menetes melewati pipinya.. mungkin itu belum seberapa dibandingkan kepingan-kepingan  patah hatinya yang mulai berserakan. Tapi Juliet bukanlah perempuan egois yang hanya mementingkan keyakinan dirinya dan perasaannya saja. Bergegas ia meraih tisu di atas meja riasnya untuk membersihkan kesedihannya, dan menatap ke arah cermin,
Yahh dia mulai berkaca mencari tahu siapa sebenarnya dirinya dan siapa sebenarnya Romeo itu??  kalau benar apa yang ada di hatinya itu adalah perasaan tulus yang tertata rapi untuk sang romeo, lantas mengapa sang Romeo pergi dari hidupnya dan melabuhkan cinta pada hati yang lain??? Apakah cinta yang dimiliki sang juliet membuat dia lupa dan berfikiran sempit untuk memiliki sang romeo??? Yah, kadang apa yang kita anggap baik belum tentu baik untuk orang lain, dari sini Juliet selalu berusaha meyakinkan dirinya bahwa ada hal-hal yang tidak bisa dipaksakan. Keegoisannya selama ini, ketidakmampuannya memberikan cinta terbaik untuk sang Romeo, perjuangan panjang yang harus terhenti di tengah jalan, dan segala pemikiran sang Juliet tentang kegagalannya  untuk membuat sang Romeo tetap tinggal di hatinya membuat sang Juliet kembali menangis, kali ini lebih deras air mata yang berlinang. Juliet benar-benar menjerit di atas luka yang menancap dalam, menghujam hatinya..
Sakittt sekali!! Rintihnya tersedu,
Tak ada seorangpun yang bisa menenangkan perasaannya saat ini, kekalutan itu membuat Juliet enggan untuk bertemu dengan sang Dunia, dia tertunduk lesu dalam istana kecilnya... air mata tak henti menemani sujud sang Juliet. Dalam sujud di heningnya malam juliet mengadu pada sang Pencipta, berdo’a, memohon, berserah diri, dengan segala ketulusan dan ketidakberdayaan yang menjajarinya malam itu. Juliet adalah perempuan yang selalu berbaik sangka bahwa penempatan dirinya dalam hidup ini adalah pilihan terbaik yang di berikan sang Pencipta pada dirinya, perlahan juliet memulai do’anya,
Allah penguasa semesta yang tidak pernah tidur dan selalu menjaga umat terbaik ciptaan- Nya, hamba bersujud dengan ketidakberdayaan dan segala kesedihan yang tak mampu hamba tepis, ketika Allah membelokkan rencana hamba, Allah mengambil dia dari hidup hamba. Ya Allah, Lillahita’Allah hamba ikhlas jika itu memang pilihan Allah karena dia adalah kepunyaan Allah dan tak sedikitpun hamba berhak atas dirinya, hamba hanya berharap kebaikannya Allah, hamba berharap kebahagiaannya saja...
Allah..... baikkanlah diri hamba, akhlak hamba, ibadah hamba, muliakan pekerti hamba, tutur kata hamba, jadikan hamba sebaik-baik perempuan ya Allah, agar hamba bisa menjadi diri yang sepantas pantasnya untuk mendampingi hidupnya... andai kata Allah berkenan dialah jodoh hamba, namun jika kebersamaannya dengan hamba adalah kesedihan baginya, tolong Allah dekatkan dia dengan perempuan yang lebih baik dari hamba yang bisa memberi kebahagiaan terhadapnya, namun jangan jauhkan dia dari hamba, jangan hilangkan dia dari hati hamba, dan jangan hilang kan cinta dalam hati hamba untuk dia, wahai Allah sang penguasa segala isi hati....
perlahan Juliet mengumpulkan kembali kepingan hati yang berserakan, mencoba menyusunnya sendiri menjadi hati yang utuh seperti sedia kala.. walaupun dia tahu bahwa keutuhannya tetap meninggalkan bekas yang amat menyakitkan, tapi dia juga yakin perlahan luka ini akan mengering, duka ini berganti menjadi suka dan harapan untuk bisa menjalani cinta bersama sang Romeo tidak akan pernah menjadi pengharapan yang sia-sia, "walau cinta itu mungkin tidak akan memilikinya atau bersamanya.. cukup.. cukup dengan caraku sendiri aku akan mencintainyaaaaa"
Positif thinking!!!!!
Perjalanan ini telah membawa sang juliet kembali menemukan kisah lalu bersama sang Romeo, sepeninggalan nya membuat juliet merasa kehilangan dan menyesali segalanya, ketika tersadar bahwa dia telah benar-benar kehilangan orang yang di cintainya.. kerinduan yang membuat hatinya terasa begitu sesak, tak ada cinta selain romeo dan tak pernah sang juliet berusaha membuka cinta terdalamnya untuk selain Romeo karena hanya dia,, hanya sang Romeo yang paling berarti dalam hidupnya...
Saat ini Romeo ada dalam hidupnya saja sudah hal luar biasa yang selalu disyukuri Juliet, yahh walaupun dengan keadaan yang berbeda, Juliet berusaha membesarkan hatinya untuk menerima keadaan ini, asal laki-laki yang dicintainya dalam keadaan baik tanpa kekurangan apapun itu sudah cukup menjadi alasan sang juliet bangun pagi hari ini dan tersenyum terhadap sang mentari .......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar