Kamis, 01 Maret 2012

As a Motivator of a broken heart

Beberapa hari ini bisa dibilang musimnya patah hati. Hehehe.. i said that cause... beberapa hari ini banyak cerita yang masuk dalam pikiranku dan isinya hampir sama yaitu tentang patah hati.. belum kering luka dalam hati ini ketika menghadapi fase terberat itu, rasanya duniaku berakhir dengan ketiadaannya di sampingku lagi. Well, semenjak masalah itu datang menghampiri, rasanya untuk saat ini ingin tutup kuping dari segala sesuatu yang berbau percintaan. But, ada hal-hal yang kadang ingin sekali kita menghindarinya tapi kenyataannya tidak berpihak pada kita, karena hidup terus berjalan, dan kenyataan harus tetap kita hadapi, seburuk apapun itu.
Kini aku harus beralih profesi, dari seorang yang patah hati menjadi seorang motivator patah hati.. (nahh lohh bingung kann..) aku sendiri tidak tahu kenapa bisa ada diposisi saat ini, aku yang harusnya masih butuh dukungan dan dorongan untuk bangkit dari keterpurukan nampaknya harus berusaha sendiri untuk mengeringkan luka dalam hati ini, karena beberapa teman datang padaku bercerita tentang kesedihan mereka karena cinta.... yah bahasa kerennya curhat.. mereka yang patah hati datang padaku dengan setumpuk cerita panjang tentang cinta yang membuat air mata mereka mengalir tiada hentinya, seolah mereka memohon pertolongan padaku untuk membantunya menyembuhkan luka yang menancap di dalam hati mereka, yahh dengan bantuan nasehat atau motivasi yang tentunya sedikit membuat hati mereka tenang.
AKU BINGUNG DENGAN YANG AKU LAKUKANSAAT INI! Kadang aku tertawa dalam hati dan berkata “apa mereka pantas mempercayaiku untuk membantu masalah mereka?” sedang aku sendiri sedang berada dalam permasalahan yang sama seperti mereka, apa nasehat dan bantuanku akan berarti untuk mereka? Sedangkan untuk menolong diriku sendiri bangkit dari keterpurukan ini saja aku merasa kesusahan. Yahh pikiran2 konyol itu selalu menari2 dalam angan2ku. Tapi lagi2 aku harus menghargai hidup yang indah ini dengan berbagai peran yang aku jalani.
Ketika mereka datang padaku berarti mereka percaya aku mampu menolong mereka, lagi pula ambil sisi positifnya saja, siapa tahu dengan mendengarkan keluh kesah mereka, dengan bersabar menemani mereka menyembuhkan patah hatinya aku juga akan belajar banyak dari setiap episode yang mereka ceritakan.
Semakin banyak mereka bercerita, semakin aku mengerti bahwa hidup ini tidaklah sebatas diriku dan dia saja, tapi masih banyak orang2 di sekitar kita yang harus kita lihat, bahwa mereka juga ada menjadi bagian dari hidup ini. Mereka yang datang padaku selalu terbentur dengan berbagai masalah dalam cinta, mulai dari ketidakcocokan, perbedaan, keluarga, harta, pihak ke tiga, dan banyak lagi sebab2 yang bisa meretakkan suatu hubungan. Tapi setiap keretakan selama itu belum hancur aku percaya masih bisa diperbaiki, asal kita memanfaatkan waktu yang diberikan Tuhan sebaik mungkin.
Menceritakan tentang mereka berarti bercerita tentang diriku sendiri, berbagai masalah yang mereka lontarkan nasehatku tetap sama  “ belajarlah untuk menerima kenyataan dan memaafkan diri kita sendiri” karena ini adalah yang paling sulit untuk dilakukan. Penyesalan, amarah, kesedihan, dan berbagai ekspresi patah hati kita itu karena kita tidak mau memaafkan diri kita sendiri, kadang kita selalu memaksakan keadaan untuk jadi seperti mau kita. Hey bung!! Ini bukan negeri dongeng yang indah, kita akan menghadapi berbagai kesenangan dan kepedihan dalam hidup ini yang dari situ kita akan belajar banyak kebaikan. Memaafkan diri kita sendiri berarti kita menyadari bahwa ada hal yang tidak bisa dipaksakan, dan membuat kita semakin berusaha memperbaiki diri lebih baik lagi. Memaafkan diri kita sendiri juga membuat kita belajar untuk berbaik sangka terhadap hidup ini, karena mungkin apa yang menurut kita baik ternyata tidak baik untuk kita, sehingga Tuhan membelokkan rencana kita.
Yahh kita Cuma manusia biasa dengan segudang kekurangan dan keterbatasan kemampuan, tahu apa sih kita tentang hidup ini?? Kita tidak tahu apa2, kapan kita akan mati, siapa jodoh kita, bahkan akan terjadi apa di hari esok saja kita tidak tahu, jadi kenapa harus menangis??? Kenapa harus kecewa?? Kenapa merasa patah hati berkepanjangan?? Mengapa ketiadaan seorang pacar membuat dunia serasa berakhir?? Dan bla bla bla.. alasan yang membuat kita jatuh dan terpuruk dalam kesedihan karena cinta.. harusnya kita bisa bangkit dari semua ini, hidup ini terlalu singkat untuk kita hanya berdiam diri dan menyesali keadaan. Apa yang telah terjadi, memang itulah yang seharusnya terjadi.. mau ditangisi bagaimanapun waktu tidak akan kembali memberi kita kesempatan untuk menghindarinya. Hadapi kenyataan adalah pilihan terbaik. Akan terasa pahit memang rasanya, tapi itu lebih baik daripada kita lari dari kenyataan... Allah tidak akan membebankan sesuatu di luar batas kesanggupan hamba-Nya, jadi kita pasti bisa... yakinlah bisa!!!!!!!!
Setiap ada akhir dari suatu kisah, pasti memiliki awal yang baru bagi kisah lain. Ada yang pergi pasti akan ada yang datang. Jadi, untuk apa bersedih hati lagi... bergembiralahhh!! Seseorang pernah berkata padaku dalam hidup ini bahwa kita selalu didampingi dengan beberapa masalah dan kadang itu membuat kita takut akan bertambah besar.  Jangan takut, bergembiralah. Saat tak ada tempat untuk meletakkan kepalamu tenanglah, seorang akan datang dan membawakanmu tempat tidur. Jangan takut. Bergembiralah!!! Saat tak ada uang, tak ada hiburan, tak ada pasangan untuk membuat kita tersenyum, tetap jangan takut!! Bergembiralah selalu. Karena ketika kita takut, orang2 di sekitar kita pun akan menyerah terhadap kita. Jadi bergembiralah... (Yongki Galih Prayoga)
Mencari jodoh yang baik adalah dengan senantiasa memperbaiki diri hari demi hari, yahhh baikkan dulu diri kita, akhlak kita, agama kita, pengetahuan kita, kepribadian kita, agar kita menjadi diri yang sebaik-baiknya dan sepantas-pantasnya untuk seseorang yang akan Allah jodohkan dengan kita.. keep smile and keep fighting!!!pilihan Allah adalah yang terbaik di antara yang paling baik.... ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar