Beberapa hari ini bisa dibilang musimnya patah hati.
Hehehe.. i said that cause... beberapa hari ini banyak cerita yang masuk dalam
pikiranku dan isinya hampir sama yaitu tentang patah hati.. belum kering luka
dalam hati ini ketika menghadapi fase terberat itu, rasanya duniaku berakhir
dengan ketiadaannya di sampingku lagi. Well, semenjak masalah itu datang
menghampiri, rasanya untuk saat ini ingin tutup kuping dari segala sesuatu yang
berbau percintaan. But, ada hal-hal yang kadang ingin sekali kita
menghindarinya tapi kenyataannya tidak berpihak pada kita, karena hidup terus
berjalan, dan kenyataan harus tetap kita hadapi, seburuk apapun itu.
Kini aku harus beralih profesi, dari seorang yang patah hati
menjadi seorang motivator patah hati.. (nahh lohh bingung kann..) aku sendiri
tidak tahu kenapa bisa ada diposisi saat ini, aku yang harusnya masih butuh
dukungan dan dorongan untuk bangkit dari keterpurukan nampaknya harus berusaha
sendiri untuk mengeringkan luka dalam hati ini, karena beberapa teman datang
padaku bercerita tentang kesedihan mereka karena cinta.... yah bahasa kerennya
curhat.. mereka yang patah hati datang padaku dengan setumpuk cerita panjang
tentang cinta yang membuat air mata mereka mengalir tiada hentinya, seolah mereka
memohon pertolongan padaku untuk membantunya menyembuhkan luka yang menancap di
dalam hati mereka, yahh dengan bantuan nasehat atau motivasi yang tentunya
sedikit membuat hati mereka tenang.
AKU BINGUNG DENGAN YANG AKU LAKUKANSAAT INI! Kadang aku tertawa
dalam hati dan berkata “apa mereka pantas mempercayaiku untuk membantu masalah
mereka?” sedang aku sendiri sedang berada dalam permasalahan yang sama seperti
mereka, apa nasehat dan bantuanku akan berarti untuk mereka? Sedangkan untuk
menolong diriku sendiri bangkit dari keterpurukan ini saja aku merasa
kesusahan. Yahh pikiran2 konyol itu selalu menari2 dalam angan2ku. Tapi lagi2
aku harus menghargai hidup yang indah ini dengan berbagai peran yang aku
jalani.
Ketika mereka datang padaku berarti mereka percaya aku mampu
menolong mereka, lagi pula ambil sisi positifnya saja, siapa tahu dengan
mendengarkan keluh kesah mereka, dengan bersabar menemani mereka menyembuhkan
patah hatinya aku juga akan belajar banyak dari setiap episode yang mereka
ceritakan.
Semakin banyak mereka bercerita, semakin aku mengerti bahwa
hidup ini tidaklah sebatas diriku dan dia saja, tapi masih banyak orang2 di
sekitar kita yang harus kita lihat, bahwa mereka juga ada menjadi bagian dari
hidup ini. Mereka yang datang padaku selalu terbentur dengan berbagai masalah
dalam cinta, mulai dari ketidakcocokan, perbedaan, keluarga, harta, pihak ke
tiga, dan banyak lagi sebab2 yang bisa meretakkan suatu hubungan. Tapi setiap
keretakan selama itu belum hancur aku percaya masih bisa diperbaiki, asal kita
memanfaatkan waktu yang diberikan Tuhan sebaik mungkin.
Menceritakan tentang mereka berarti bercerita tentang diriku
sendiri, berbagai masalah yang mereka lontarkan nasehatku tetap sama “ belajarlah untuk menerima kenyataan dan
memaafkan diri kita sendiri” karena ini adalah yang paling sulit untuk
dilakukan. Penyesalan, amarah, kesedihan, dan berbagai ekspresi patah hati kita
itu karena kita tidak mau memaafkan diri kita sendiri, kadang kita selalu
memaksakan keadaan untuk jadi seperti mau kita. Hey bung!! Ini bukan negeri
dongeng yang indah, kita akan menghadapi berbagai kesenangan dan kepedihan
dalam hidup ini yang dari situ kita akan belajar banyak kebaikan. Memaafkan
diri kita sendiri berarti kita menyadari bahwa ada hal yang tidak bisa dipaksakan,
dan membuat kita semakin berusaha memperbaiki diri lebih baik lagi. Memaafkan
diri kita sendiri juga membuat kita belajar untuk berbaik sangka terhadap hidup
ini, karena mungkin apa yang menurut kita baik ternyata tidak baik untuk kita,
sehingga Tuhan membelokkan rencana kita.
Yahh kita Cuma manusia biasa dengan segudang kekurangan dan
keterbatasan kemampuan, tahu apa sih kita tentang hidup ini?? Kita tidak tahu
apa2, kapan kita akan mati, siapa jodoh kita, bahkan akan terjadi apa di hari
esok saja kita tidak tahu, jadi kenapa harus menangis??? Kenapa harus kecewa??
Kenapa merasa patah hati berkepanjangan?? Mengapa ketiadaan seorang pacar
membuat dunia serasa berakhir?? Dan bla bla bla.. alasan yang membuat kita
jatuh dan terpuruk dalam kesedihan karena cinta.. harusnya kita bisa bangkit
dari semua ini, hidup ini terlalu singkat untuk kita hanya berdiam diri dan
menyesali keadaan. Apa yang telah terjadi, memang itulah yang seharusnya
terjadi.. mau ditangisi bagaimanapun waktu tidak akan kembali memberi kita
kesempatan untuk menghindarinya. Hadapi kenyataan adalah pilihan terbaik. Akan
terasa pahit memang rasanya, tapi itu lebih baik daripada kita lari dari
kenyataan... Allah tidak akan membebankan sesuatu di luar batas kesanggupan
hamba-Nya, jadi kita pasti bisa... yakinlah bisa!!!!!!!!
Setiap ada akhir dari suatu kisah, pasti memiliki awal yang
baru bagi kisah lain. Ada yang pergi pasti akan ada yang datang. Jadi, untuk
apa bersedih hati lagi... bergembiralahhh!! Seseorang pernah berkata padaku
dalam hidup ini bahwa kita selalu didampingi dengan beberapa masalah dan kadang
itu membuat kita takut akan bertambah besar.
Jangan takut, bergembiralah. Saat tak ada tempat untuk meletakkan
kepalamu tenanglah, seorang akan datang dan membawakanmu tempat tidur. Jangan
takut. Bergembiralah!!! Saat tak ada uang, tak ada hiburan, tak ada pasangan
untuk membuat kita tersenyum, tetap jangan takut!! Bergembiralah selalu. Karena
ketika kita takut, orang2 di sekitar kita pun akan menyerah terhadap kita. Jadi
bergembiralah... (Yongki Galih Prayoga)
Mencari jodoh yang baik adalah dengan senantiasa memperbaiki
diri hari demi hari, yahhh baikkan dulu diri kita, akhlak kita, agama kita,
pengetahuan kita, kepribadian kita, agar kita menjadi diri yang sebaik-baiknya
dan sepantas-pantasnya untuk seseorang yang akan Allah jodohkan dengan kita..
keep smile and keep fighting!!!pilihan Allah adalah yang terbaik di antara yang
paling baik.... ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar