Beberapa hari ini bisa dibilang fase terpurukku dalam hidup, yah ketika aku harus memutuskan sesuatu yang amat sangat sulit. Bahwa sampai saat ini mungkin aku masih belum bisa mempercayainya. Dalam hidupku aku telah membuat keputusan yang aku tidak tahu apakah ke depannya aku akan menyesalinya atau aku malah akan berbalik dan tersenyum penuh syukur bahwa aku memilih jalan ini, tapi itu semua masih angan-anganku dimasa depan. Toh aku masih hidup dimasa kini dan tidak tahu apa jadinya hari esokku, yang pasti adalah aku telah melakukan sesuatu yang melanggar prinsip-prinsip yang selama ini teguh kupegang. Akhirnya aku menyerah juga dengan perjuangan ini, yah perjuangan cinta yang sudah hampir 2 tahun lamanya, aku pikir aku akan menyeleseikannya entah itu dengan happy or sad ending, tapi kini karena suatu hal aku menghentikannya di tengah jalan. Kisah hidup yang sungguh dramatis yang mungkin jika ini di rangkum menjadi sebuah novel tentang kisah hidupku akan jadi setumpuk novel tebal dengan ratusan halaman atau bahkan lebih dari itu.
Love??? I hate to say about love right now, mungkin ada rasa trauma yang mendalam atau mungkin ini adalah fase yang selalu dialami tiap orang ketika putus cinta, “BROKEN HEART” mungkin aku sedang didalamnya saat ini, dalam patah hati yang jika mungkin dadaku bisa di belah akan nampak betapa remuk dan hancurnya hatiku saat ini (sedikit lebay dan mendramatisir keadaan) but maybe itulah yang aku alami saat ini. Selera makan hilang dan aku kehilangan semangat pagiku. Mau melakukan sesuatu ehh teringat ini dengan dia, mau menuju suatu tempat ehh teringat itu dengan dia. Fase patah hati yang menurutku adalah penyakit yang bisa membunuh si penderita perlahan-lahan, bagaimana tidak?? Setiap detik selalu dihantui kenangan tentang dia. I knoww, i can’t deleting him from my brain, tapi setidaknya dia tidak mematikan langkahku untuk maju. Apa hanya aku yang terlalu larut dalam sebuah kedukaan yang sangat amat dalam??
Bagaimana aku menyikapi ini semua??? Bagaimana mengobati luka yang sudah tertancap amat dalam?? Its impossible, but nothing impossible in this world, selalu ada cara untuk melewatinya. Aku tahu aku amat sangat menyayanginya bahkan mungkin tidak ada laki-laki yang bisa menggantikan dia dalam hidupku saat ini, bukan karena dia sempurna tapi aku rasa dia adalah yang terbaik yang pernah ada, atau mungkin karena aku masih ingin memperjuangkannya karena akan sia-sia yang aku lakukan selama ini jika endingnya harus terhenti di tengah jalan begini. Actually life must go on!!! Aku tidak boleh terpuruk terlalu lama karena masih banyak yang membutuhkanku, keluarga, pendidikan, pekerjaan, dan sahabat-sahabat terbaikku. Mereka masih ada untukku dan selalu disampingku menyemangati aku, jadi aku harus kuat dan pasti bisa melewati semua ini. Teringat sebuah kata bahwa Allah menguji hamba Nya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki seorang hamba, yah Allah mengujiku dengan hal-hal sulit karena Allah tahu aku mampu melewatinya dan karena memang Dia ingin mengajarkan satu nilai kehidupan kepadaku, terima dengan ikhlas, sabar, syukur, dan satu hal lagi yaitu senyum.... everything, kalo dihadapin dengansenyuman everythings gonna be OKEY!! Kayak lagunya ahmad dani ‘hadapi dengan senyuman’ atau gak lagunya bondan fade 2 black ‘ya sudahlah....’
Setiap orang punya problemanya masing-masing, kalo aku terus seperti ini maka cita-cita yang sudah kurajut akan sia-sia begitu saja. Jadi aku bangun.. bangun dengan penuh semangat untuk bisa menerima kenyataan hidup bahwa dia bukan lagi bagian dari hidupku.. (sedikit sedih mengucapkannya, but i know i can do this )
Kenapa tidak berpisah baik-baik saja dan masih bisa menjalin hubungan biarpun itu sebagai teman??? Mungkin mereka yang tidak tahu akan bertanya begitu. Aku juga ingin seperti itu, tapi hatiku tidak bisa diajak kompromi, ketika aku terus ada dihidupnya dan dia terus ada dihidupku mungkin aku akan banyak berharap lagi, berharap sesuatu yang kosong yang malah membuat hati makin tergores luka dalam. Mungkin baiknya memang seperti ini, walaupun awalnya sakit sekali, but semua butuh proses karena untuk hasil yang baik itu tidak bisa dilakukan dengan instan, seiring waktu berlalu dan kesibukan yang semakin bertambah mungkin perlahan luka ini akan sembuh, biarpun bekasnya mungkin tidak akan pernah hilang. Karena memang aku tidak ingin menghilangkan dia dari dalam dadaku......
Kadang menyesal, kenapa waktu berlalu begitu cepat, ketika tersadar semua telah sirna. Kenapa dulu selalu bertengkar untuk hal-hal yang sederhana? Kenapa tidak aku bilang bahwa aku mencintainya setiap hari, bahkan harusnya aku mengatakannya setiap waktu. Walau sebenarnya dia lebih suka aku menunjukkannya bukan lewat kata tapi perbuatan. Kenapa disaat seperti ini baru aku sadari aku sangat sangat membutuhkan dia untuk melengkapi hidupku. Tanpanya rasanya sepi dan waktu berlalu begitu saja, tidak ada yang spesial dengan hari yang berlalu, tidak ada senyumnya, tidak ada kejahilannya yang selalu membuatku marah, tidak ada yang memanggilku “ndut” lagi, tidak ada dan tidak ada.. (aku benci dengan penyesalan yang selalu datang di akhir).
Ketika tersadar bahwa banyak hal-hal yang memang tidak bisa dipaksakan, mau berjuang bagaimanapun kalau itu dengan paksaan maka akan ada hati yang tersakiti. Aku tidak pernah ingin membahas masalah klasik tentang perbedaan yang menjadi dinding pemisah kami. Aku tidak berhak atas itu, karena akan egois jika aku menuntutnya untuk menjadi seperti mauku. Biarlah dia hidup dengan jalannya dan aku dengan jalanku. Jalan yang berbeda dan tidak bisa disatukan. Walau kadang dunia khayalku selalu berangan dialah masa depanku, aku tetap tidak bisa memaksanya. Jodoh itu sudah ada yang mengatur, aku percaya ketika saatnya nanti kita memang ditakdirkan untuk bersama, kami akan bertemu lagi. Hmm tentunya dengan keadaan berbeda yang lebih baik dari saat ini. Tidak ada yang akanmenghapus namaya dihatiku, selalu ada tempat untuknya. Karena cintakulah yang terbaik untuknya, dia tidak akan memperolehnya dari perempuan lain (garansi seumur hidup). Bisa dibilang hatiku telah berhenti di dirinya. Tak peduli dia menilai atau membalasnya seperti apa, hanya aku tak mau menyesali hidup yang singkat ini dengan berhenti mencintainya karena itu kata hatiku saat ini.
Banyak yang bertanya apakah aku masih berduka dengan sakit hati ini. Mungkin perlahan-lahan aku mulai pulih dan kembali melanjutkan hidup dengan cara yang biasa. Tapi mereka tidak tahu kalau sampai hari ini, sampai saat ini, akukau masih berusaha membangun kepingan-kepingan hidupku yang hancur ketika kehilangannya. Aku percaya akan kembali menemukan jalanku walaupun harus memulai lagi dari awal aku berpijak. Mulai menulis kembali kisah hidupku dilembar yang masih putih tanpa noda. Sampai saat ini dia tetap hidup dihatiku. Walau dalam dunia nyata dia jauh disana, tapi dia selalu menemani langkahku. Selalu ada......... aku tidak takut melanjutkan hidupku, apapun yang aku alami, bagaimanapun keadaanya.. aku akan baik-baik saja. Inilah jalan hidup yang aku pilih, this is my way and i love my way....................
Love??? I hate to say about love right now, mungkin ada rasa trauma yang mendalam atau mungkin ini adalah fase yang selalu dialami tiap orang ketika putus cinta, “BROKEN HEART” mungkin aku sedang didalamnya saat ini, dalam patah hati yang jika mungkin dadaku bisa di belah akan nampak betapa remuk dan hancurnya hatiku saat ini (sedikit lebay dan mendramatisir keadaan) but maybe itulah yang aku alami saat ini. Selera makan hilang dan aku kehilangan semangat pagiku. Mau melakukan sesuatu ehh teringat ini dengan dia, mau menuju suatu tempat ehh teringat itu dengan dia. Fase patah hati yang menurutku adalah penyakit yang bisa membunuh si penderita perlahan-lahan, bagaimana tidak?? Setiap detik selalu dihantui kenangan tentang dia. I knoww, i can’t deleting him from my brain, tapi setidaknya dia tidak mematikan langkahku untuk maju. Apa hanya aku yang terlalu larut dalam sebuah kedukaan yang sangat amat dalam??
Bagaimana aku menyikapi ini semua??? Bagaimana mengobati luka yang sudah tertancap amat dalam?? Its impossible, but nothing impossible in this world, selalu ada cara untuk melewatinya. Aku tahu aku amat sangat menyayanginya bahkan mungkin tidak ada laki-laki yang bisa menggantikan dia dalam hidupku saat ini, bukan karena dia sempurna tapi aku rasa dia adalah yang terbaik yang pernah ada, atau mungkin karena aku masih ingin memperjuangkannya karena akan sia-sia yang aku lakukan selama ini jika endingnya harus terhenti di tengah jalan begini. Actually life must go on!!! Aku tidak boleh terpuruk terlalu lama karena masih banyak yang membutuhkanku, keluarga, pendidikan, pekerjaan, dan sahabat-sahabat terbaikku. Mereka masih ada untukku dan selalu disampingku menyemangati aku, jadi aku harus kuat dan pasti bisa melewati semua ini. Teringat sebuah kata bahwa Allah menguji hamba Nya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki seorang hamba, yah Allah mengujiku dengan hal-hal sulit karena Allah tahu aku mampu melewatinya dan karena memang Dia ingin mengajarkan satu nilai kehidupan kepadaku, terima dengan ikhlas, sabar, syukur, dan satu hal lagi yaitu senyum.... everything, kalo dihadapin dengansenyuman everythings gonna be OKEY!! Kayak lagunya ahmad dani ‘hadapi dengan senyuman’ atau gak lagunya bondan fade 2 black ‘ya sudahlah....’
Setiap orang punya problemanya masing-masing, kalo aku terus seperti ini maka cita-cita yang sudah kurajut akan sia-sia begitu saja. Jadi aku bangun.. bangun dengan penuh semangat untuk bisa menerima kenyataan hidup bahwa dia bukan lagi bagian dari hidupku.. (sedikit sedih mengucapkannya, but i know i can do this )
Kenapa tidak berpisah baik-baik saja dan masih bisa menjalin hubungan biarpun itu sebagai teman??? Mungkin mereka yang tidak tahu akan bertanya begitu. Aku juga ingin seperti itu, tapi hatiku tidak bisa diajak kompromi, ketika aku terus ada dihidupnya dan dia terus ada dihidupku mungkin aku akan banyak berharap lagi, berharap sesuatu yang kosong yang malah membuat hati makin tergores luka dalam. Mungkin baiknya memang seperti ini, walaupun awalnya sakit sekali, but semua butuh proses karena untuk hasil yang baik itu tidak bisa dilakukan dengan instan, seiring waktu berlalu dan kesibukan yang semakin bertambah mungkin perlahan luka ini akan sembuh, biarpun bekasnya mungkin tidak akan pernah hilang. Karena memang aku tidak ingin menghilangkan dia dari dalam dadaku......
Kadang menyesal, kenapa waktu berlalu begitu cepat, ketika tersadar semua telah sirna. Kenapa dulu selalu bertengkar untuk hal-hal yang sederhana? Kenapa tidak aku bilang bahwa aku mencintainya setiap hari, bahkan harusnya aku mengatakannya setiap waktu. Walau sebenarnya dia lebih suka aku menunjukkannya bukan lewat kata tapi perbuatan. Kenapa disaat seperti ini baru aku sadari aku sangat sangat membutuhkan dia untuk melengkapi hidupku. Tanpanya rasanya sepi dan waktu berlalu begitu saja, tidak ada yang spesial dengan hari yang berlalu, tidak ada senyumnya, tidak ada kejahilannya yang selalu membuatku marah, tidak ada yang memanggilku “ndut” lagi, tidak ada dan tidak ada.. (aku benci dengan penyesalan yang selalu datang di akhir).
Ketika tersadar bahwa banyak hal-hal yang memang tidak bisa dipaksakan, mau berjuang bagaimanapun kalau itu dengan paksaan maka akan ada hati yang tersakiti. Aku tidak pernah ingin membahas masalah klasik tentang perbedaan yang menjadi dinding pemisah kami. Aku tidak berhak atas itu, karena akan egois jika aku menuntutnya untuk menjadi seperti mauku. Biarlah dia hidup dengan jalannya dan aku dengan jalanku. Jalan yang berbeda dan tidak bisa disatukan. Walau kadang dunia khayalku selalu berangan dialah masa depanku, aku tetap tidak bisa memaksanya. Jodoh itu sudah ada yang mengatur, aku percaya ketika saatnya nanti kita memang ditakdirkan untuk bersama, kami akan bertemu lagi. Hmm tentunya dengan keadaan berbeda yang lebih baik dari saat ini. Tidak ada yang akanmenghapus namaya dihatiku, selalu ada tempat untuknya. Karena cintakulah yang terbaik untuknya, dia tidak akan memperolehnya dari perempuan lain (garansi seumur hidup). Bisa dibilang hatiku telah berhenti di dirinya. Tak peduli dia menilai atau membalasnya seperti apa, hanya aku tak mau menyesali hidup yang singkat ini dengan berhenti mencintainya karena itu kata hatiku saat ini.
Banyak yang bertanya apakah aku masih berduka dengan sakit hati ini. Mungkin perlahan-lahan aku mulai pulih dan kembali melanjutkan hidup dengan cara yang biasa. Tapi mereka tidak tahu kalau sampai hari ini, sampai saat ini, akukau masih berusaha membangun kepingan-kepingan hidupku yang hancur ketika kehilangannya. Aku percaya akan kembali menemukan jalanku walaupun harus memulai lagi dari awal aku berpijak. Mulai menulis kembali kisah hidupku dilembar yang masih putih tanpa noda. Sampai saat ini dia tetap hidup dihatiku. Walau dalam dunia nyata dia jauh disana, tapi dia selalu menemani langkahku. Selalu ada......... aku tidak takut melanjutkan hidupku, apapun yang aku alami, bagaimanapun keadaanya.. aku akan baik-baik saja. Inilah jalan hidup yang aku pilih, this is my way and i love my way....................